Insight · Q&A
Kenapa bearing pada pompa sentrifugal sering mengalami overheating dan bagaimana cara mengatasinya?
Jawaban
Overheating pada bearing pompa sentrifugal hampir selalu berakar dari tiga penyebab yang saling berkaitan: pelumasan yang keliru, ketidaksejajaran poros, dan beban aksial berlebih. Soal pelumasan, masalahnya justru sering datang dari niat baik yang salah kaprah, yaitu overgreasing, memberi grease terlalu banyak dengan anggapan lebih banyak berarti lebih terlindungi. Padahal grease berlebih di dalam rumah bearing justru meningkatkan gesekan viskos dan menghasilkan panas berlebih, mirip mencoba mengayuh sepeda dengan rantai yang dilumuri oli terlalu tebal. Solusinya, gunakan takaran dan grade pelumas sesuai rekomendasi pabrikan, umumnya grease NLGI kelas 2 atau oli dengan viskositas ISO VG 68 untuk aplikasi pompa standar, dan isi rumah bearing sekitar sepertiga sampai setengah volumenya saja, bukan penuh. Untuk ketidaksejajaran poros, lakukan kalibrasi ulang memakai alat laser alignment, karena metode manual dengan straightedge sudah tidak cukup presisi untuk pompa berputaran tinggi, targetkan toleransi di bawah 0,05 milimeter. Kalau dua langkah itu sudah dilakukan tapi bearing masih panas, lakukan pengukuran spektrum getaran memakai analisis FFT untuk memeriksa frekuensi karakteristik kerusakan bearing seperti BPFO (ball pass frequency outer race) dan BPFI (inner race), karena kerusakan tahap awal pada raceway sering baru terdeteksi lewat sinyal getaran sebelum sempat terasa sebagai panas berlebih. Kalau saat bearing dibongkar sudah ditemukan flaking atau pengelupasan permukaan pada raceway, penggantian unit baru jadi satu-satunya solusi yang benar-benar tuntas, karena kerusakan permukaan semacam ini bersifat progresif dan tidak bisa dipulihkan lewat pelumasan ulang saja.
Sumber
Manual pemeliharaan resmi produsen bearing dan pompa (SKF, Siemens, ABB, SEW-Eurodrive), standar ISO 10816 untuk evaluasi getaran mesin berputar, dan ISO 4406 untuk kebersihan fluida pelumas industri.