Insight · Industrial Q&A
Apa beda predictive analytics dan prescriptive analytics dalam konteks manufaktur?
Answer · Jawaban
Predictive analytics, sebagaimana sudah dibahas mendalam pada topik terpisah mengenai predictive maintenance, berfokus memprediksi apa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan berdasarkan pola data historis, misalnya memperkirakan kapan sebuah komponen kemungkinan besar akan gagal berdasarkan tren data sensor yang terkumpul. Prescriptive analytics melangkah satu tahap lebih jauh, tidak cuma memprediksi apa yang mungkin terjadi, tapi juga merekomendasikan tindakan spesifik apa yang sebaiknya diambil untuk merespons prediksi tersebut secara optimal, sering memanfaatkan algoritma optimasi yang mempertimbangkan berbagai batasan dan trade-off sekaligus untuk menghasilkan rekomendasi tindakan terbaik, bukan cuma sekadar peringatan bahwa sesuatu akan terjadi.
Sebagai contoh konkret perbedaannya, predictive analytics pada sistem pemeliharaan mungkin memprediksi sebuah bearing akan gagal dalam tiga minggu ke depan, sementara prescriptive analytics akan melangkah lebih jauh merekomendasikan kapan waktu penggantian paling optimal mempertimbangkan jadwal produksi yang sedang berjalan, ketersediaan sparepart pengganti di gudang, serta ketersediaan teknisi yang bisa mengerjakan penggantian tersebut, menghasilkan rekomendasi tindakan konkret alih-alih sekadar peringatan mentah yang masih membutuhkan interpretasi manual lebih lanjut oleh tim maintenance. Penerapan prescriptive analytics umumnya membutuhkan tingkat kematangan data dan infrastruktur analitik yang lebih tinggi dibanding predictive analytics semata, karena kompleksitas mempertimbangkan berbagai variabel dan batasan sekaligus untuk menghasilkan rekomendasi optimal jauh lebih rumit dibanding sekadar membuat prediksi tunggal berdasarkan pola data historis.
Sources · Sumber
Literatur riset analitik data industri mengenai tingkatan kematangan analitik dari deskriptif sampai preskriptif, termasuk kerangka kerja Gartner Analytics Maturity Model.