Insight · Industrial Q&A
Cara Membedakan Contactor Asli dan Palsu (Schneider, ABB, Siemens)?
Answer · Jawaban
Kalau bicara soal MCB dan contactor, khususnya merk Schneider yang paling sering jadi target pemalsuan di Indonesia, jujur saja tidak ada satu ciri tunggal yang bisa langsung memastikan sebuah unit asli atau palsu hanya dari sekali lihat, karena barang tiruan sekarang sudah dibuat sangat mirip dengan aslinya. Tapi ada beberapa titik yang tetap layak diperiksa.
Untuk lini contactor Tesys milik Schneider misalnya, empat area yang paling sering membocorkan keaslian sebuah unit adalah kode QR pada bodinya, jenis dan finishing baut pengencangnya, kualitas casing plastiknya, serta ketajaman cetakan logo. Unit asli biasanya punya kode QR yang bisa dipindai dan mengarah ke halaman verifikasi resmi produsen, sementara pada barang palsu, kode QR itu kadang cuma hiasan yang tidak benar-benar terhubung ke mana-mana, atau mengarah ke halaman yang mencurigakan.
Baut pada casing produk asli biasanya presisi seragam dan terpasang rapi, sementara pada tiruan sering terasa longgar atau bentuknya sedikit berbeda dari standar. Casing plastik asli terasa lebih solid dan tidak mudah berderit saat ditekan, sementara logo pada produk asli tercetak tajam dan tidak mudah pudar meski digosok, berbeda dari cetakan pada barang palsu yang cenderung buram atau warnanya kurang konsisten.
Cara paling aman kalau memang ragu, tetap kembali ke jalur paling sederhana, hubungi langsung customer care resmi produsen dan tanyakan nomor seri unit yang kamu pegang, ketimbang mengandalkan penilaian visual semata yang risikonya selalu ada meleset.
Sources · Sumber
Panduan verifikasi keaslian produk dari Schneider Electric mengenai ciri fisik Tesys contactor dan MCB original, serta edukasi konsumen mengenai maraknya peredaran produk kelistrikan tiruan di pasar Indonesia.