← All industrial Q&A

Insight · Industrial Q&A

Bagaimana Cara Membaca Kode Bearing SKF Secara Lengkap, Termasuk Suffix C3, E, dan K?

Answer · Jawaban

Kode dasar seperti 6205 sebenarnya cuma permukaan dari sistem penomoran bearing yang jauh lebih kaya informasi, terutama begitu masuk ke bagian suffix di belakangnya. Angka pertama pada kode dasar menunjukkan tipe bearing, misalnya "6" untuk deep groove ball bearing atau "22" untuk spherical roller bearing, angka kedua menunjukkan seri dimensi yang mencerminkan ketahanan terhadap beban, dan dua digit terakhir dikalikan lima menghasilkan ukuran bore dalam milimeter. Bagian suffix-lah yang sering luput diperhatikan padahal menyimpan detail penting.

Kode clearance seperti C2, C3, C4, sampai C5 menunjukkan tingkat kelonggaran internal antara elemen bola dan racenya, dengan C2 lebih rapat dari standar dan C3 ke atas lebih longgar dari standar, sengaja dibuat begitu untuk aplikasi berkecepatan tinggi atau bersuhu panas karena logam yang memuai butuh ruang gerak ekstra supaya tidak "macet" akibat pemuaian, kalau tidak ada kode C sama sekali, itu berarti bearing memakai clearance standar biasa. Suffix huruf E menandakan desain internal yang dioptimalkan untuk kapasitas beban lebih besar dibanding desain standar, sementara K menandakan bearing dengan bore tirus yang harus dipasang memakai adapter sleeve, bukan langsung menempel ke poros lurus biasa. Ada juga kode DB untuk pasangan dua bearing yang dipasang saling membelakangi guna menahan beban aksial dari dua arah sekaligus. Memahami kombinasi suffix ini penting banget saat mengganti bearing, karena dua bearing dengan angka dasar sama persis bisa punya karakteristik operasional yang sangat berbeda cuma karena suffix di belakangnya berbeda.

Sources · Sumber

Dokumentasi SKF Bearing Designation System dan penjelasan suffix code dari distributor resmi SKF Indonesia (Kogelahar), mengenai sistem prefix dan suffix penomoran bearing.