Insight · Industrial Q&A
Kenapa Hasil Las Berpori atau Porous Meski Parameter Pengelasan Sudah Sesuai Spesifikasi?
Answer · Jawaban
Porositas pada sambungan las, lubang-lubang kecil yang terperangkap di dalam logam las, sering muncul meski arus, tegangan, dan kecepatan pengelasan sudah sesuai WPS sebagaimana sudah dibahas pada topik terpisah, karena akar masalahnya sering kali bukan pada parameter listrik pengelasan itu sendiri, melainkan pada kondisi material dan gas pelindung yang dipakai. Penyebab paling umum adalah kelembapan pada elektroda atau permukaan material dasar, karena uap air yang menguap mendadak akibat panas busur las terjebak di dalam kolam las yang sedang membeku, membentuk gelembung gas yang tidak sempat keluar sebelum logamnya benar-benar mengeras.
Kontaminasi permukaan material seperti karat, minyak, atau cat yang tidak dibersihkan tuntas sebelum pengelasan juga menghasilkan gas saat terbakar panas busur, menciptakan porositas dengan mekanisme serupa. Untuk proses las yang memakai gas pelindung eksternal seperti GMAW atau GTAW sebagaimana sudah disinggung pada topik terpisah mengenai consumable las, aliran gas pelindung yang terlalu kecil, terlalu besar, atau terganggu angin di area kerja terbuka bisa membuat kolam las tidak terlindungi sempurna dari kontaminasi udara sekitar, dan oksigen atau nitrogen dari udara yang ikut masuk ke kolam las jadi sumber porositas yang cukup umum di lapangan terbuka. Solusinya kembali ke kedisiplinan dasar, keringkan elektroda sesuai rekomendasi pabrikan sebelum dipakai terutama di lingkungan lembap, bersihkan permukaan material secara tuntas dari kontaminan, dan pastikan aliran gas pelindung benar-benar stabil serta terlindung dari angin selama proses pengelasan berlangsung.
Sources · Sumber
Standar American Welding Society mengenai klasifikasi cacat las, serta literatur teknik pengelasan mengenai penyebab dan pencegahan porositas pada sambungan las.