Insight · Q&A
Bagaimana proses bidding dan tender pengadaan barang atau jasa di pabrik manufaktur?
Jawaban
Proses tender pengadaan di lingkungan pabrik manufaktur umumnya dimulai dari tahap perencanaan kebutuhan, di mana departemen pengguna, misalnya maintenance atau produksi, menyusun spesifikasi teknis detail atas barang atau jasa yang dibutuhkan, dituangkan dalam dokumen yang sering disebut technical specification atau scope of work. Dokumen ini kemudian diteruskan ke departemen procurement atau purchasing yang mengundang beberapa vendor atau kontraktor potensial untuk mengajukan penawaran, biasanya lewat undangan tertutup untuk vendor yang sudah terdaftar dalam approved vendor list, atau lewat pengumuman terbuka untuk proyek berskala lebih besar. Vendor yang berminat kemudian mengajukan dokumen penawaran yang mencakup harga, spesifikasi teknis produk atau jasa yang ditawarkan, jadwal pengiriman atau pengerjaan, serta syarat dan ketentuan komersial lainnya. Tahap evaluasi biasanya dilakukan lewat dua jalur penilaian terpisah, evaluasi teknis untuk memastikan penawaran memenuhi spesifikasi yang diminta, dan evaluasi komersial untuk membandingkan harga serta syarat pembayaran antar vendor yang lolos tahap teknis. Setelah pemenang ditentukan, biasanya lewat kombinasi skor teknis dan harga terendah yang memenuhi syarat, tahap negosiasi akhir dilakukan sebelum penandatanganan kontrak resmi atau purchase order. Untuk pengadaan bernilai besar atau kritis, proses ini kerap ditambah tahap due diligence tambahan seperti kunjungan pabrik vendor atau audit kapabilitas produksi sebelum keputusan akhir diambil.
Sumber
Praktik standar procurement industri manufaktur dan pedoman pengadaan barang/jasa dari asosiasi profesi supply chain seperti Institute for Supply Management (ISM).