Insight · Industrial Q&A
Apa Itu APQP, dan Kapan Sebaiknya Diterapkan dalam Pengembangan Produk Baru?
Answer · Jawaban
APQP, singkatan dari Advanced Product Quality Planning, adalah kerangka kerja terstruktur yang memandu tim pengembangan produk memastikan kualitas sudah direncanakan matang sejak tahap paling awal, jauh sebelum produk itu benar-benar mulai diproduksi massal, mencegah masalah kualitas yang baru ditemukan setelah produksi berjalan yang biayanya jauh lebih mahal diperbaiki dibanding dicegah sejak tahap perencanaan. Kerangka kerja ini terbagi dalam beberapa fase berurutan, dimulai dari perencanaan dan definisi program yang mengidentifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan, dilanjutkan verifikasi desain produk dan proses, validasi desain dan pengembangan proses yang mencakup penerapan alat seperti SPC, MSA, dan studi kapabilitas proses sebagaimana sudah dibahas pada topik terpisah, sampai fase validasi produk dan proses di mana PPAP sebagaimana sudah dibahas pada topik terpisah siap diajukan untuk persetujuan sebelum produksi massal benar-benar dimulai, dan diakhiri fase umpan balik, penilaian, dan tindakan korektif yang memanfaatkan pembelajaran dari produksi berjalan termasuk metodologi 8D sebagaimana sudah dibahas pada topik terpisah untuk perbaikan berkelanjutan.
APQP idealnya diterapkan sejak proyek pengembangan produk baru pertama kali disetujui, bukan ditunda sampai mendekati tanggal peluncuran produksi, karena filosofi dasarnya justru mendorong identifikasi dan mitigasi risiko sedini mungkin dalam siklus pengembangan, sejalan dengan prinsip bahwa mendeteksi masalah desain di atas kertas jauh lebih murah dan cepat diperbaiki dibanding menemukannya setelah tooling produksi sudah selesai dibuat atau bahkan setelah produk sudah sampai ke tangan pelanggan.
Sources · Sumber
Standar Advanced Product Quality Planning dari Automotive Industry Action Group (AIAG), mengenai lima fase perencanaan kualitas produk dalam siklus pengembangan produk baru.