← Semua Q&A
Partpedia Partpedia

Insight · Q&A

Kenapa ball screw pada mesin CNC mengalami backlash, dan bagaimana cara

Jawaban

mengatasinya?

Backlash pada ball screw adalah celah atau ruang gerak bebas yang terjadi antara ulir screw dan ball nut saat arah gerakan berbalik, menciptakan jeda singkat di mana screw sudah berputar tapi nut belum ikut bergerak karena harus melewati celah mekanis itu dulu, sebuah masalah yang bisa berujung hasil pemesinan tidak presisi, permukaan produk yang kasar, bahkan risiko pahat patah kalau backlash-nya cukup parah. Penyebabnya bisa dari toleransi manufaktur bawaan komponen, tapi yang paling sering ditemukan di lapangan adalah keausan bertahap akibat pemakaian jangka panjang, kontaminasi partikel yang masuk ke jalur bola dan mempercepat keausan permukaan ulirnya, atau preload awal yang sudah melemah dari settingan pabrikan.

Cara paling akurat mengukur backlash adalah memasang dial indicator magnetik pada meja mesin, menggerakkan sumbu ke satu arah lalu kembali ke posisi semula, dan selisih yang terbaca pada dial indicator itulah nilai backlash aktualnya, dengan ball screw kelas presisi C3 sampai C5 yang masih dalam kondisi baik umumnya menunjukkan backlash di bawah 0,01 milimeter. Sebagian sistem kontrol CNC modern menawarkan fitur kompensasi backlash lewat parameter software, tapi ini sebaiknya dianggap solusi sementara, bukan solusi permanen, karena kompensasi software hanya menutupi gejala sementara keausan mekanisnya terus berlanjut, dan ball screw yang sudah terlalu aus dengan backlash yang tidak konsisten di sepanjang jalurnya bahkan tidak bisa dikompensasi secara akurat lewat parameter semata. Untuk kerusakan yang sudah signifikan, penggantian ball nut saja tanpa mengganti seluruh shaft screw seringkali sudah cukup kalau kondisi shaft-nya sendiri masih baik, jauh lebih ekonomis dibanding mengganti seluruh unit ball screw.

Sumber

Panduan troubleshooting ball screw dari produsen mesin CNC dan literatur teknik permesinan presisi, serta spesifikasi kelas presisi ball screw menurut standar JIS dan DIN.