Insight · Q&A
Kenapa accumulator hidrolik mengalami kegagalan, dan bagaimana cara mengatasinya?
Jawaban
Accumulator hidrolik, komponen yang menyimpan energi dalam bentuk fluida bertekanan lewat bantalan gas terkompresi di dalamnya, umumnya berfungsi meredam lonjakan tekanan, menyimpan cadangan energi untuk kebutuhan darurat, atau membantu meredam getaran pada sistem hidrolik, dan kegagalan yang paling umum ditemukan adalah kebocoran gas nitrogen yang secara bertahap merembes keluar dari bantalan gas melewati membran pemisah, mengurangi kemampuan accumulator menyerap dan menyimpan energi seiring waktu meski komponen fisiknya masih terlihat utuh dari luar. Kerusakan pada membran pemisah atau bladder, entah akibat usia pakai, kontaminasi partikel
dalam fluida hidrolik, atau tekanan operasional yang melebihi rating desain, jadi penyebab lain yang cukup umum, dan begitu membran ini rusak, gas nitrogen bisa bercampur langsung dengan fluida hidrolik, menciptakan kondisi berbahaya karena fluida yang terkompresi gas jadi jauh lebih mudah mampat dibanding fluida hidrolik murni, mengganggu respons dan presisi sistem kontrol hidrolik secara keseluruhan. Pemeriksaan rutin tekanan pre-charge gas nitrogen, dilakukan dalam kondisi sistem hidrolik tidak bertekanan, jadi langkah pencegahan paling penting untuk mendeteksi kebocoran gas sedini mungkin sebelum berkembang jadi masalah performa yang signifikan.
Perlu diingat, penanganan accumulator hidrolik membutuhkan prosedur keselamatan khusus mengingat energi tersimpan di dalamnya bisa sangat besar, sehingga pelepasan tekanan yang tidak sesuai prosedur berisiko menimbulkan cedera serius bagi teknisi yang menanganinya.
Sumber
Panduan teknis accumulator hidrolik dari produsen seperti Parker Hannifin dan Hydac, serta standar keselamatan penanganan bejana bertekanan pada sistem hidrolik industri.