Insight · Q&A
Bagaimana cara melakukan analisis oli bekas (used oil analysis) dan menginterpretasikan
Jawaban
hasilnya?
Analisis oli bekas adalah teknik predictive maintenance yang mengambil sampel oli pelumas dari mesin yang sedang beroperasi untuk diperiksa di laboratorium, mengungkap kondisi internal komponen mesin tanpa perlu membongkarnya secara fisik, karena oli yang bersirkulasi di dalam mesin membawa "jejak" berupa partikel keausan, kontaminan, dan perubahan sifat
kimia yang mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem tersebut. Pengujian yang umum dilakukan mencakup analisis viskositas untuk memverifikasi oli masih dalam rentang spesifikasi atau sudah terdegradasi, spectrometric analysis atau spektrometri untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi berbagai unsur logam dalam oli yang mengindikasikan sumber keausan spesifik, misalnya kandungan besi tinggi menunjukkan keausan pada komponen baja seperti gigi atau bearing, sementara kandungan tembaga tinggi mengindikasikan keausan pada komponen berbahan kuningan atau perunggu seperti bushing.
Total Acid Number atau TAN mengukur tingkat oksidasi dan degradasi kimia oli itu sendiri, sementara particle counting menghitung jumlah dan ukuran partikel padat yang terkandung dalam oli sesuai standar kebersihan ISO 4406. Interpretasi hasil analisis oli paling bermanfaat ketika dibandingkan terhadap data historis dari mesin yang sama, bukan sekadar dibandingkan terhadap angka absolut standar umum, karena tren perubahan dari waktu ke waktu seringkali lebih informatif dibanding satu titik data tunggal, memungkinkan deteksi masalah yang baru mulai berkembang jauh sebelum gejalanya terasa lewat getaran atau suara abnormal.
Sumber
Standar ASTM untuk metodologi analisis oli pelumas industri, serta panduan interpretasi hasil analisis oli dari laboratorium tribologi dan produsen pelumas industri.