Insight · Q&A
Apa perbedaan gaji dan tunjangan operator shift dibanding operator non-shift di industri
Jawaban
manufaktur?
Operator yang bekerja dalam sistem shift, terutama shift malam yang berlangsung di luar jam kerja normal, umumnya menerima kompensasi tambahan berupa tunjangan shift atau shift allowance di luar gaji pokok reguler mereka, sebuah kompensasi yang mengakui beban tambahan bekerja pada jam-jam yang secara alami mengganggu ritme biologis normal manusia serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan keluarga pekerja.
Besaran tunjangan shift bervariasi antar perusahaan dan sektor industri, umumnya dihitung sebagai persentase tambahan dari gaji pokok atau sebagai nominal tetap per shift yang dijalani, dengan shift malam biasanya mendapat tunjangan lebih besar dibanding shift sore mengingat tingkat gangguannya terhadap pola hidup normal yang lebih signifikan. Selain tunjangan shift, sejumlah perusahaan juga menawarkan fasilitas tambahan khusus untuk pekerja shift malam, seperti transportasi antar jemput karena keterbatasan transportasi umum pada jam tersebut, serta pemeriksaan kesehatan berkala tambahan mengingat riset kesehatan kerja menunjukkan pekerja shift malam jangka panjang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan tertentu dibanding pekerja dengan jam kerja normal. Regulasi ketenagakerjaan di Indonesia juga mengatur ketentuan mengenai jam kerja shift, waktu istirahat antar shift, serta pembatasan durasi maksimal seseorang boleh terus-menerus ditempatkan pada shift malam tanpa rotasi,
sebagai perlindungan tambahan bagi kesejahteraan pekerja shift.
Sumber
Regulasi ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengenai sistem kerja shift, serta studi kesehatan kerja mengenai dampak kerja shift terhadap kesejahteraan pekerja industri.