Insight · Q&A
Bagaimana prosedur penanganan bahan kimia berbahaya (hazmat) yang aman di
Jawaban
lingkungan pabrik?
Penanganan bahan kimia berbahaya di lingkungan pabrik membutuhkan pendekatan sistematis yang dimulai jauh sebelum bahan kimia tersebut benar-benar dipakai, yaitu lewat identifikasi bahaya spesifik setiap bahan kimia lewat lembar data keselamatan bahan atau Material Safety Data Sheet, dokumen yang wajib disediakan produsen atau pemasok bahan kimia dan berisi informasi lengkap mengenai sifat bahaya, cara penanganan aman, serta tindakan darurat kalau terjadi paparan atau tumpahan. Penyimpanan bahan kimia berbahaya wajib mengikuti prinsip pemisahan berdasarkan kompatibilitas kimianya, karena sejumlah bahan kimia yang tersimpan berdekatan bisa bereaksi berbahaya kalau kebetulan tercampur akibat kebocoran atau kecelakaan, ditambah label yang jelas dan penyimpanan pada suhu serta kondisi ventilasi yang sesuai spesifikasi masing-masing bahan.
Pekerja yang menangani bahan kimia berbahaya wajib dilengkapi alat pelindung diri yang sesuai spesifikasi bahan tersebut, mulai dari sarung tangan dan kacamata pelindung untuk
risiko ringan sampai respirator dan pakaian pelindung penuh untuk bahan kimia dengan risiko paparan lebih serius, dan yang tidak kalah penting, pelatihan penggunaan APD yang benar serta prosedur darurat kalau terjadi paparan atau tumpahan. Fasilitas pencucian darurat seperti eyewash station dan safety shower wajib tersedia dan mudah diakses di area yang menangani bahan kimia berbahaya, memungkinkan tindakan pertolongan pertama cepat kalau terjadi kontak langsung dengan mata atau kulit sebelum dampaknya berkembang lebih parah.
Sumber
Standar Globally Harmonized System (GHS) untuk klasifikasi dan pelabelan bahan kimia, serta regulasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengenai keselamatan penanganan bahan berbahaya dan beracun.