Insight · Industrial Q&A
Bisakah Nilai Kekerasan HRC, HV, dan HB Dikonversi Satu Sama Lain, dan Apa Batasannya?
Answer · Jawaban
Bisa, tetapi hanya sebagai perkiraan. Tabel konversi seperti yang ada pada ASTM E140 dan lampiran ASTM A370 dibuat dari data empiris pada baja, bukan dari rumus fisika yang berlaku untuk semua bahan, sehingga setiap angka hasil konversi membawa ketidakpastian. Alasannya, tiap metode mengukur hal yang berbeda: Rockwell mengukur kedalaman penetrasi, Brinell dan Vickers mengukur ukuran jejak, dan indentor, beban, serta cara respons material terhadap deformasi ikut berbeda, seperti sudah dibahas pada topik terpisah mengenai hardness tester.
Konversi juga paling bisa dipercaya pada rentang tertentu dan jenis baja yang mirip dengan bahan pembentuk tabel itu, dan makin kurang andal untuk logam non-ferro, baja hasil pengerasan permukaan, atau lapisan tipis. Ada pula aturan kasar yang sering dipakai insinyur, kekuatan tarik baja karbon dan paduan rendah kira-kira 3,45 kali nilai Brinell dalam megapascal, tetapi ini perkiraan cepat untuk sanity check, bukan angka untuk sertifikat.
Praktik yang aman di lapangan: kalau spesifikasi menyebut HRC, ukur dengan Rockwell skala yang ditentukan, jangan mengukur dengan metode lain lalu mengonversi untuk menyatakan lolos atau tidak, kecuali standar atau pelanggan secara tertulis mengizinkannya. Sebutkan juga metode dan skala asli di laporan, misalnya HRC atau HV10, supaya pembaca laporan tidak menebak. Konversi cocok untuk membandingkan secara kasar dua hasil, bukan untuk memutuskan penerimaan produk yang batasnya sempit.
Sources · Sumber
Standar ASTM E140 mengenai tabel konversi kekerasan logam, ASTM A370 mengenai pengujian mekanis produk baja, serta ASTM E18, E10, dan E92 untuk metode Rockwell, Brinell, dan Vickers.