← Semua Q&A
Partpedia Partpedia

Insight · Q&A

Bagaimana cara meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) di lini produksi?

Jawaban

OEE dihitung dari perkalian tiga komponen utama, yaitu availability atau ketersediaan mesin, performance atau kecepatan aktual dibanding kecepatan ideal, dan quality atau proporsi produk yang lolos tanpa cacat, sehingga meningkatkan skor OEE secara efektif berarti harus menyerang ketiga sisi ini secara bersamaan, bukan cuma salah satunya. Untuk sisi availability, fokus utama ada pada mengurangi downtime tak terduga lewat penerapan predictive maintenance berbasis pemantauan getaran dan suhu, serta mempercepat waktu setup dan changeover produk lewat metode SMED (Single Minute Exchange of Die) yang memisahkan aktivitas setup jadi yang bisa dilakukan sambil mesin masih berjalan dan yang harus dilakukan saat mesin berhenti total. Untuk sisi performance, telusuri penyebab minor stoppage dan kecepatan yang melambat dari kondisi idealnya, seringkali penyebabnya sesederhana operator yang sengaja menurunkan kecepatan mesin karena pernah mengalami masalah kualitas di kecepatan penuh, sehingga penyelesaian akar masalah kualitas itu justru akan membuka ruang menaikkan kecepatan kembali. Untuk sisi quality, analisis jenis cacat paling dominan lewat diagram Pareto lalu fokuskan sumber daya perbaikan ke jenis cacat yang kontribusinya paling besar, ketimbang menyebar usaha secara merata ke semua jenis cacat sekaligus. Menurut acuan Japan Institute of Plant Maintenance, pabrik kelas dunia umumnya mencatat skor OEE di atas delapan puluh lima persen, sementara rata-rata pabrik pada umumnya berada di kisaran enam puluh persen, sehingga selisih dua puluh lima poin ini biasanya tersembunyi dalam kombinasi enam jenis kerugian besar yang disebut six big losses.

Sumber

Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) untuk metodologi Total Productive Maintenance dan perhitungan OEE, serta literatur lean manufacturing mengenai SMED dan analisis Pareto.