← Semua Q&A
Partpedia Partpedia

Insight · Q&A

Bagaimana cara melakukan Root Cause Failure Analysis (RCFA) dengan metode 5-Why dan Fishbone Diagram?

Jawaban

RCFA yang efektif biasanya menggabungkan dua alat yang saling melengkapi kekuatannya masing-masing, fishbone diagram untuk memetakan keluasan kemungkinan penyebab, dan 5-Why untuk menggali kedalaman satu jalur penyebab sampai ke akarnya. Fishbone diagram, juga dikenal sebagai diagram Ishikawa, digambar menyerupai kerangka ikan dengan masalah utama di bagian kepala, lalu cabang-cabang tulangnya mewakili kategori penyebab utama yang di dunia manufaktur umumnya dikelompokkan lewat kerangka 6M: manpower atau manusia, machine atau mesin, method atau metode kerja, material, measurement atau pengukuran, dan mother nature atau faktor lingkungan. Proses ini idealnya dilakukan lewat sesi brainstorming tim lintas fungsi, karena operator lapangan seringkali punya wawasan tentang penyebab potensial yang tidak terpikirkan oleh insinyur atau manajer. Setelah kategori-kategori penyebab potensial terpetakan, teknik 5-Why diterapkan pada cabang yang paling mencurigakan, dengan terus bertanya "kenapa" secara berurutan, biasanya sekitar lima kali, sampai pertanyaan itu mengarah ke penyebab fundamental yang kalau dihilangkan akan benar-benar mencegah masalah itu terulang, bukan sekadar menghilangkan gejala di permukaan. Teknik 5-Why sendiri awalnya dikembangkan Sakichi Toyoda dan jadi komponen inti Toyota Production System. Satu kesalahan umum yang perlu dihindari adalah berhenti terlalu cepat di jawaban yang terdengar masuk akal tapi sebenarnya masih berupa gejala, misalnya berhenti di "operator lupa mengecek level oli" padahal pertanyaan berikutnya, "kenapa tidak ada sistem pengingat rutin", justru mengarah ke akar masalah struktural yang sesungguhnya.

Sumber

Toyota Production System sebagai asal metode 5-Why, serta literatur reliability engineering dan Six Sigma mengenai penerapan fishbone diagram dalam analisis kegagalan industri.