Insight · Industrial Q&A
Kenapa Baut dan Mur Stainless Steel Sering Macet atau Lengket Saat Dikencangkan (Galling)?
Answer · Jawaban
Galling adalah fenomena khas yang justru lebih sering menyerang baut dan mur berbahan stainless steel dibanding baja karbon biasa. Kedengarannya aneh mengingat stainless dikenal tahan korosi, tapi justru sifat itulah yang jadi akar masalahnya.
Stainless steel mengandalkan lapisan pasif kromium oksida. Lapisan tipis ini cukup lunak dan mudah tergores saat dua permukaan ulir stainless bergesekan di bawah tekanan tinggi selama pengencangan. Begitu lapisan pasif tergores di satu titik, logam dasar langsung bersentuhan dengan logam dasar pasangannya. Panas gesekan selama pengencangan bisa cukup untuk memicu semacam pengelasan dingin mikroskopis pada titik kontak tersebut, sehingga ulir terasa semakin berat dan macet—bukan semakin mulus—semakin dalam dikencangkan.
Kalau dipaksakan terus, baut bisa benar-benar menyatu dengan mur dan patah saat dicoba dilepas, meninggalkan sisa ulir yang sulit dikeluarkan. Risiko galling meningkat pada kombinasi baut dan mur yang sama-sama stainless, kecepatan pengencangan yang terlalu cepat (panas gesekan berlebih), serta permukaan ulir yang kasar atau belum pernah dipakai.
Pencegahannya praktis: pakai pelumas anti-seize khusus pada ulir sebelum pengencangan, kencangkan lebih lambat dan hindari alat bertenaga berkecepatan tinggi, atau pilih kombinasi material berbeda (misalnya baut stainless dengan mur berlapis khusus) ketimbang memaksakan stainless dengan stainless pada aplikasi berisiko tinggi.
Sources · Sumber
Panduan teknis fastener dari produsen seperti Bossard dan literatur teknik metalurgi mengenai mekanisme cold welding atau galling pada sambungan ulir stainless steel.