← All industrial Q&A

Insight · Industrial Q&A

Apa Itu Ultrasonic Flaw Detector (UT), dan Apa Bedanya dengan Ultrasonic Thickness Gauge?

Answer · Jawaban

Keduanya memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi, tetapi tujuannya berbeda.

Ultrasonic thickness gauge hanya mengukur satu angka: ketebalan material dari permukaan sampai sisi seberangnya, dengan mengukur waktu tempuh gelombang suara bolak-balik menembus material. Ultrasonic flaw detector melangkah lebih jauh. Alat ini mencari diskontinuitas di dalam material—retak, inklusi, porositas, atau cacat las tersembunyi—dengan menganalisis pola pantulan gelombang yang kembali. Cacat internal memantulkan sebagian gelombang lebih awal dari yang seharusnya jika material homogen tanpa cacat.

Probe yang dipakai bervariasi. Straight beam probe mengirim gelombang tegak lurus ke permukaan, cocok untuk cacat sejajar permukaan seperti laminasi. Angle beam probe mengirim gelombang miring (umumnya 45°, 60°, atau 70°), khusus untuk memeriksa sambungan las karena cacat las biasanya berorientasi menyudut mengikuti kampuh, bukan sejajar permukaan pelat.

Sebelum dipakai, alat wajib dikalibrasi memakai blok referensi berisi cacat buatan dengan ukuran diketahui, agar sensitivitas sesuai standar. Pada material berbutir kasar seperti las stainless austenitik, interpretasi UT lebih menantang karena gelombang bisa terpantul tidak beraturan; dibutuhkan keahlian inspektor bersertifikat untuk membedakan indikasi cacat sungguhan dari gangguan karakteristik material.

Sources · Sumber

Standar ASNT dan literatur teknik inspeksi nondestruktif mengenai prinsip kerja ultrasonic flaw detection, termasuk aplikasi angle beam testing untuk inspeksi sambungan las.