Insight · Q&A
Apa fungsi pressure reducing valve pada sistem hidrolik dan pneumatik, dan bagaimana cara kerjanya?
Jawaban
Pressure reducing valve berfungsi menurunkan dan menstabilkan tekanan dari sumber suplai utama yang lebih tinggi menjadi tekanan output yang lebih rendah dan konsisten, dibutuhkan ketika satu sistem punya beberapa cabang sirkuit yang membutuhkan tekanan kerja berbeda-beda dari satu sumber suplai bertekanan tinggi yang sama.
Prinsip kerjanya memanfaatkan spool atau elemen geser internal yang posisinya diatur oleh keseimbangan antara tekanan output yang diumpan-balikkan ke satu sisi spool dan gaya pegas di sisi lainnya, sehingga begitu tekanan output mendekati atau melebihi setting yang diinginkan, spool otomatis bergerak menutup sebagian jalur aliran dari sumber suplai, menjaga tekanan output tetap stabil pada level yang sudah ditentukan meski tekanan sumber suplai berfluktuasi atau kebutuhan aliran di sisi output berubah-ubah.
Aplikasi umum pressure reducing valve mencakup sistem yang punya beberapa aktuator dengan kebutuhan tekanan kerja berbeda dalam satu mesin yang sama, sistem kontrol pilot yang membutuhkan tekanan lebih rendah dan stabil dibanding tekanan kerja utama sistem, serta aplikasi transmisi otomatis kendaraan yang membutuhkan modulasi tekanan presisi untuk mengatur perpindahan gigi secara halus.
Berbeda dari relief valve yang berfungsi membatasi tekanan maksimum dengan cara membuang kelebihan tekanan ke tangki, pressure reducing valve secara aktif mengatur dan menstabilkan tekanan output pada level tertentu yang lebih rendah dari tekanan suplai, sebuah perbedaan fungsi mendasar yang penting dipahami supaya tidak salah memilih jenis valve untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda ini.
Sumber
Panduan teknis komponen hidrolik dan pneumatik dari produsen seperti Parker Hannifin dan Festo, mengenai prinsip kerja dan aplikasi pressure reducing valve.