Insight · Industrial Q&A
Bagaimana Cara Kerja Starter Bintang-Segitiga (Star-Delta), dan Kapan Cocok Dipakai?
Answer · Jawaban
Starter star-delta menurunkan arus awal motor tiga fasa dengan menyalakan motor lebih dulu dalam sambungan bintang, lalu setelah beberapa detik memindahkannya ke sambungan segitiga untuk operasi normal. Ketika kumparan tersambung bintang, tegangan yang diterima tiap kumparan turun menjadi sekitar sepertiga kali akar tiga atau kurang lebih 58 persen tegangan jala-jala, sehingga arus starting turun menjadi sekitar sepertiga dibanding start langsung atau DOL.
Konsekuensi yang sering dilupakan, torsi awal juga ikut turun sekitar sepertiga, sehingga cara ini cocok untuk beban yang ringan saat start seperti kipas dan pompa sentrifugal, tetapi kurang cocok untuk beban yang butuh torsi awal besar seperti kompresor berbeban atau conveyor yang sudah terisi penuh. Rangkaian umumnya memakai tiga kontaktor, satu utama, satu bintang, satu segitiga, plus timer yang mengatur waktu perpindahan, dan kontaktor bintang dan segitiga harus saling mengunci supaya tidak pernah menutup bersamaan karena itu akan menciptakan hubungan singkat. Syarat pada motor: enam terminal kumparan harus bisa diakses, dan tegangan kumparan pada sambungan segitiga harus sesuai tegangan jala-jala.
Pada jala-jala 380 volt, motor harus berating 380 volt delta, bukan motor yang bertuliskan 380 volt bintang. Perpindahan dari bintang ke segitiga juga menimbulkan lonjakan arus singkat kalau perpindahannya terlalu cepat atau motor belum mendekati kecepatan penuh. Kalau kebutuhannya start halus dengan kontrol lebih baik, soft starter atau VFD seperti yang sudah dibahas pada topik terpisah jadi alternatif yang lebih fleksibel.
Sources · Sumber
Literatur dasar teknik kelistrikan industri mengenai starting motor induksi tiga fasa dan standar IEC 60947-4-1 untuk kontaktor dan starter motor.