Insight · Industrial Q&A
Apa Beda Takt Time, Cycle Time, dan Lead Time, dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Answer · Jawaban
Ketiganya sering tertukar padahal menjawab pertanyaan yang berbeda. Takt time adalah ritme produksi yang dituntut pelanggan: waktu kerja yang tersedia dibagi jumlah permintaan pelanggan pada periode yang sama. Misalnya shift 8 jam atau 480 menit dikurangi istirahat 30 menit menjadi 450 menit waktu tersedia, dan kalau permintaan 450 unit per shift, takt time-nya 1 menit per unit.
Artinya, agar permintaan terpenuhi, satu unit harus selesai setiap menit. Cycle time adalah waktu nyata yang dibutuhkan sebuah proses atau stasiun untuk menyelesaikan satu unit. Kalau stasiun A butuh 50 detik dan stasiun B butuh 75 detik sementara takt time 60 detik, stasiun B menjadi hambatan yang membuat permintaan tidak terpenuhi, dan di sinilah line balancing serta konsep bottleneck mulai dipakai.
Lead time adalah total waktu dari pesanan masuk sampai barang diterima pelanggan, termasuk waktu menunggu, antrean, produksi, dan pengiriman, sehingga biasanya jauh lebih panjang dari jumlah cycle time karena sebagian besar waktunya habis untuk menunggu, sesuatu yang bisa dipetakan lewat value stream mapping sebagaimana sudah dibahas pada topik terpisah. Prinsip praktisnya: cycle time tiap stasiun idealnya sedikit di bawah takt time, bukan jauh di bawah, karena stasiun yang terlalu cepat hanya menumpuk persediaan, dan bukan lebih lambat dari takt time, karena itu pasti gagal memenuhi permintaan. Takt time juga perlu dihitung ulang setiap kali permintaan atau jam kerja berubah.
Sources · Sumber
Konsep takt time, cycle time, dan lead time dari Toyota Production System dan literatur lean manufacturing serta value stream mapping.