Insight · Industrial Q&A
Apa Itu L10 Life pada Bearing, dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Answer · Jawaban
L10 adalah umur bearing yang dicapai atau dilampaui oleh 90 persen dari sekelompok bearing identik yang bekerja pada kondisi sama, artinya ada kemungkinan 10 persen bearing itu sudah gagal lebih awal dari angka tersebut. Jadi L10 bukan janji bahwa sebuah bearing pasti bertahan sekian jam, melainkan perkiraan statistik.
Rumus dasarnya, sesuai ISO 281, adalah L10 sama dengan (C dibagi P) dipangkatkan p, dengan hasil dalam satuan jutaan putaran. C adalah dynamic load rating yang tercantum di katalog bearing, P adalah beban ekuivalen yang sebenarnya bekerja pada bearing, dan p adalah eksponen umur beban yang bernilai 3 untuk bearing bola dan 10/3 untuk bearing rol. Untuk mengubahnya menjadi jam kerja, hasil dalam jutaan putaran dikalikan satu juta lalu dibagi 60 kali kecepatan putar dalam rpm.
Sebagai contoh, bearing 6205 yang dynamic load rating-nya sekitar 14,0 kN dan bekerja dengan beban ekuivalen 2 kN akan punya L10 sebesar (14 dibagi 2) dipangkatkan 3, atau sekitar 343 juta putaran. Pada 1500 rpm, itu setara kira-kira 3.800 jam kerja. Perhatikan betapa sensitifnya rumus ini terhadap beban: karena dipangkatkan tiga, kenaikan beban dua kali lipat memangkas umur bearing bola sampai sekitar seperdelapan. Itulah alasan kuat kenapa misalignment, kelebihan tegangan belt, atau beban kejut begitu cepat mematikan bearing.
Perlu diingat juga, L10 dasar mengasumsikan pelumasan baik, tidak ada kontaminasi, dan pemasangan yang benar. Kondisi nyata di lapangan yang lebih buruk dari asumsi itu akan memperpendek umur aktual, sementara pabrikan bearing menyediakan faktor koreksi tambahan untuk memperhitungkan pelumasan dan kebersihan.
Sources · Sumber
Standar ISO 281 mengenai dynamic load rating dan umur nominal bearing gelinding, serta katalog teknis produsen bearing seperti SKF dan Schaeffler.